• 11

    May

    MEMPERTANYAKAN KLAIM "HARGA MATI" BAGI NATION STATE

    Oleh : Prihandono Wibowo (Pengajar FISIP UPN Veteran Jawa Timur) Fenomena sosial-politik di Indonesia pada akhir-akhir ini diramaikan dengan kontroversi pertarungan wacana antara pendukung pendirian khilafah dan pendukung eksistensi nation-state. Terdapat tuduhan bahwa pendukung pendirian khilafah adalah kelompok makar yang ingin memecah persatuan bangsa. Pertarungan wacana bahkan berlanjut di lapangan dengan aksi pencopotan spanduk-spanduk yang berisi dukungan terhadap khilafah dan ancaman pembubaran beberapa kegiatan milik ormas pendukung pendirian khilafah. Kelompok pendukung eksistensi nation-state berargumen bahwa negara bangsa adalah “harga mati” yang tidak dapat dirubah bentuknya dengan bentuk apapun. Karena itu, ketika ada pihak lain yang merindukan khilafah, maka pend
  • 9

    Mar

    Gerhana Kapitalisme

    Tahun 2016 ini Indonesia mendapati satu fenomena alam yang langka pada tanggal 9 maret. Gerhana Matahari Total yang akan melewati 12 provinsi, Mulai dari Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya Gerhana Matahari Total tahun ini hanya terjadi di Indonesia atau dinikmati di darat paling banyak di Indonesia. Lebih dari 100 event kepariwisataan dilaksanakan terkait Gerhana Matahari Total 2016. Pemerintah memperkirakan akan ada lima juta wisatawan lokal yang menikmati gerhana 2016 di 11 lokasi di Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya...
  • 14

    Aug

    Mempertanyakan Relevansi OSPEK di Masa Kini

    Saat-saat seperti sekarang ini, banyak dari adik-adik Maba seddang bersiap-siap untuk masuk di kampus barunya.. Karena itu, saya teringat akan sebuah tulisan lumayan lama :) diambil dari : setengahmateng.com Dan satu orang lagi tewas. Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa pembinaan, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap almamater, dan entah siapa lagi. Yang jelas, menurut mereka yang menjadi pembina, OSPEK bertujuan positif. Ia diprogram sebagai alat pembentukan mental manusia-manusia asing yang baru saja masuk kedalam satu institusi sehingga mereka me
  • 28

    Jan

    NAMANYA ARIF, STATUS NARAPIDANA CILIK

    sebuah kisah nyata [repost] Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV. ...
  • 7

    Jan

    SULITNYA BERTEMU JODOH

    Oleh : Kholda Naajiyah Bulan-bulan ini musim nikah. Di Yogyakarta digelar pernikahan putri keraton. Pesohor seperti Amien Rais dan Tifatul Sembiring pun punya hajatan mantu belum lama ini. Kita pun mungkin menerima banyak undangan pernikahan, baik dari tetangga, kerabat, teman kerja maupun relasi lainnya. Ya, pernikahan adalah salah satu fase kehidupan yang biasa dialami kebanyakan manusia. Lahir, kanak-kanak, remaja dan dewasa, lantas bertemu jodoh. Siapa saja, baik orang bodoh maupun cendekiawan, miskin ataupun...
  • 14

    Sep

    Bekerja Sebagai Ibadah

    #oleh nur cholis majid dalam majalah MATAN rubrik KOLOM edisi september 2012 Seorang wartawan televisi bertanya : Sudah berapa lama bapak bertugas sebagai penutup palang pintu kereta api? Petugas itu menjawab dua belas tahun. Sang wartawan bertanya, apa yang menyebabkannya tidak bosan dan sanggup bertahan selama itu? “Karena tugas menutup palang pintu kereta api itu saya niati sebagai ibadah.” kata petugas. Jawaban itu membuat sang wartawan tertegun. “Maksud bapak?” “...
  • 5

    Mar

    kisah-kisah : Andy F Noya

    Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda? Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan k...
  • 14

    Jan

    Memperjuangkan Syariah Merupakan Wujud Keimanan Kaum Muslimin

    Oleh DR. Ir. Abdullah Shahab, M. Sc. 1. Hampir semua muslim, baik yang terdidik secara khusus dalam bidang agama maupun tidak, tahu dan mengerti bahwa arti dari dua kalimat syahadat, Lailaha illallahu, Muhammadarrasulullahu, itu adalah tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; yang belum tahu barangkali akan dengan mudah bisa diberi tahu. Namun, yang banyak orang tidak tahu atau barangkali lebih tepat kalau dikatakan tidak sadar, adalah implikasi dari arti dua kalimat syahadat ini. Kalau kita secara sadar mengatakan tidak ada Tuhan sel...
  • 24

    Oct

    Kekayaan warga Indonesia meningkat

    Tingkat kesejahteraan warga Indonesia meningkat jika dilihat dari total kekayaan yang mencapai US$1,8 triliun atau naik sekitar $US420 miliar dalam periode Januari 2010-Juni 2011. Hal itu terungkap dalam laporan tahunan Kekayaan Global dari lembaga keuangan Credit Suisse yang diumumkan hari ini, Rabu 19 Oktober. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa 28% penduduk Indonesia dari total 235 juta jiwa, masih memiliki kekayaan di bawah US$1.000 atau sekitar Rp10 juta. Dan sebanyak 176.000 warga Indonesia masuk dalam kelompok 1% warga kaya dunia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 29,7 juta jiwa. Kelompok ya...
  • 10

    Oct

    Tuan dan Budak

    Pada suatu ketika, ada seorang kaya dan sholeh membeli seorang budak. Ketika orang tersebut akan memperkerjakan budak itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan : Orang Sholeh : Wahai hamba sahaya, makanan apa yang engkau inginkan? Budak : Apa saja yang engkau hidangkan kepadaku. Orang Sholeh : Baju apa yang akan engkau pakai? Budak : Apa saja yang engkau berikan kepadaku. Orang Sholeh : Dimanakah kamu ingin menetap di rumahku? Budak : Dimana saja tempat yang telah engkau persiapkan untukku. Orang Sholeh : Pekerjaan apa yang engkau sukai? Budak : A...
- Next

Author

Follow Me